Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Syaraf Kejepit –

Makanan yang harus dihindari penderita syaraf kejepit – Saraf kejepit bisa menimbulkan rasa sakit dan  nyeri yang sangat hebat bagi pengidapnya. Itulah sebabnya, ada beberapa pantangan yang harus dihindari oleh penderita syaraf kejepit.

Saraf kejepit atau dikenal dengan nama hernia nukleus pulposus (HNP), adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan. Kondisi ini terjadi ketika bantalan halus dari jaringan yang ada di tulang belakang terhimpit dan terdorong keluar.

Akibatnya, saraf kejepit ini bisa menimbulkan rasa nyeri, bahkan gejala seperti mati rasa, dan tubuh yang terkena akan mengalami kelemahan fungsi. Jika kamu terdiagnosis kondisi ini, maka ada baiknya kamu harus mematuhi pantangan yang harus dihindari, agar proses pemulihan bisa berjalan lancar.

Apa Itu Syaraf Kejepit?

HeikeFrohnhoff/Pixabay.com

Mungkin Grameds sudah mengetahui apa itu syaraf kejepit, banyak yang menyebutnya kecetit. Syaraf kejepit atau Hernia Nucleus Pulposus (HNP) merupakan kondisi saat serabut saraf halus terjepit oleh jaringan disekitarnya. Mungkin bisa dianalogikan, suatu kondisi seperti kabel listrik yang tertindih atau terhimpit benda yang menimpanya.

Gejala umum syaraf kejepit biasanya timbulnya rasa nyeri yang hebat. Namun, syaraf kejepit juga bisa menimbulkan gejala lain, tergantung syaraf bagian mana yang terkena, dan seberapa parah tekanan pada saraf.

Perlu grameds ketahui, ada tiga komponen syaraf, yaitu syaraf motorik (gerak), syaraf sensorik (rasa), dan autonom (pengatur buang air kecil, keringat, dan buang air besar). Bila syaraf yang kejepit ialah komponen syaraf motorik, maka gejala yang akan timbul biasanya berupa gangguan pada gerak tubuh.

Pada kasus yang ringan, biasanya dokter spesialis syaraf akan memberi obat-obatan tertentu, pemasangan korset, dan fisioterapi untuk meredakan gejalanya. Namun jika tidak efektif, maka akan dilakukan tindakan seperti injeksi atau blok syaraf.

Pencegahan Syaraf Kejepit

Apakah syaraf kejepit bisa dicegah? Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk pencegahan syaraf kejepit, di antaranya :

  1. Membiasakan posisi tubuh yang benar, misalnya seperti menyilangkan kaki atau posisi berbaring satu posisi terlalu lama, membiasakan posisi duduk yang benar, dan lain sebagainya.
  2. Mengurangi aktivitas fisik yang berulang-ulang, misalnya mengetik.
  3. Istirahat yang cukup setelah melakukan aktivitas fisik.
  4. Mempertahankan berat badan ideal dan  sehat.
  5. Lakukanlah olahraga seperti yoga, agar dapat membantu meningkatkan fleksibilitas otot.

Pada dasarnya, ada banyak sekali cara untuk menjaga agar tubuh tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Salah satu dari cara itu adalah dengan melakukan akupunktur.

Jika kamu ingin melakukan terapi akupunktur untuk kesehatan, kecantikan, dan berbagai pengobatan penyakit seperti syaraf kejepit ini, kamu bisa membaca buku Self Healing Therapy Menggunakan Akupunktur dengan Jari Tangan untuk Terapi Kecantikan, Pengobatan Kelainan Tulang, Saraf Terjepit, dan Penyakit Lain.


Kebiasaan Yang Menyebabkan Syaraf Kejepit

Penderita syaraf kejepit biasanya akan melakukan beberapa metode pengobatan untuk mengurangi rasa nyeri, seperti mengonsumsi obat-obatan, memakai korset, hingga fisioterapi.

Meski demikian, semua pengobatan akan dirasa percuma apabila si penderita tidak mengubah kebiasaan yang bisa menyebabkan syaraf kejepit. Nah, kira-kira kebiasaan apa saja yang harus dihindari penderita syaraf kejepit? Berikut penjelasannya.

1. Posisi Menunduk

Syaraf kejepit sering terjadi di area leher dan pinggang bagian bawah. Alasannya, sebab bagian ini memang paling mudah bergerak, terhentak, atau terpuntir.

Terjepitnya syaraf di area leher dapat terjadi sebab kebiasaan seseorang menunduk dalam waktu yang lama, misalnya ketika menulis, bermain handphone, atau menyulam.

Jika penderita masih melakukan kebiasaan seperti ini, semakin lama syaraf kejepit bisa kembali kambuh. Jadi, sebisa mungkin hindari posisi seperti ini, ya Grameds.

2. Memakai Tas Selempang

Kebiasaan selanjutnya yang harus dihindari penderita syaraf kejepit ialah memakai tas selempang, yang disanggah pada satu tangan atau pundak. Biasanya tas model seperti ini banyak disukai wanita.

Tetapi perlu diketahui, memakai tipe tas ini dapat memberikan beban hanya pada satu lengan atau bahu-mu. Akhirnya, beban ini akan memberikan tekanan pada syaraf disekitarnya.

Bila tas yang kamu bawa semakin berat, maka semakin besar pula tekanan pada syaraf tersebut. Kondisi ini, akhirnya membuat otot menjadi kaku dan mengalami perubahan struktur jaringan, sehingga syaraf pun terpengaruh.

Sebaiknya, kamu pilih tas punggung atau tas jinjing, sehingga lebih fleksibel dan berat seimbang.

3. Membunyikan Sendi

Apakah Grameds sering membunyikan sendi pada pinggang atau leher? Hal ini sering dilakukan beberapa orang, sebab terlihat sepele, tapi jika dilakukan terlalu sering, dan dalam jangka panjangnya dapat berkontribusi penyebab syaraf kejepit.

Itulah mengapa, kebiasaan ini  harus dihindari oleh penderita syaraf kejepit. Ketika sendi dibunyikan, dapat terjadi pergeseran bantalan tulang. Yang mana, kondisi tersebut dapat menyebabkan penekanan pada syaraf. Jadi, mulai sekarang hindari kebiasaan ini ya, Grameds!

4. Menggunakan Bantal Terlalu Tinggi

Tidak hanya tipe tas yang kamu gunakan, kebiasaan tidur juga dapat mempengaruhi kesehatan syaraf. Jika tidur menggunakan bantal terlalu tinggi, ini akan membuat posisi leher menekuk. Hal ini akan mempengaruhi kondisi syaraf disekitar leher.

Apalagi, waktu tidur yang panjang atau menghabiskan waktu berjam-jam. Tentu hal tersebut bisa menyebabkan tekanan pada syaraf dengan jangka waktu yang lama juga. Akibatnya, kemungkinan syaraf kejepit dapat kambuh kembali.

Jadi, pakailah satu bantal saja, asalkan empuk dan nyaman. Menggunakan bantal juga diharuskan mulai dari bahu, tidak hanya menyangga kepala.

5. Duduk Posisi Merosot

Pada penderita syaraf kejepit di punggung bawah, biasanya memiliki kebiasaan duduk yang buruk, sehingga menyebabkan kambuh. Posisi duduk yang dimaksud ialah posisi tubuhnya merosot.

Kebiasaan duduk yang tidak benar atau posisi tubuh merosot bisa menjadi penyebab syaraf kejepit. Tak hanya buruk bagi kesehatan syaraf, tetapi berpengaruh pada otot-otot sekitarnya dan juga tulang belakang.

Lantas, bagaimana posisi duduk yang benar? Kamu disarankan duduk dengan posisi yang tegap, kemudian bersandar secukupnya.

6. Memakai Sepatu atau Sandal Hak Tinggi 

Memakai sepatu atau sandal dengan hak tinggi memang bisa mendukung penampilan wanita menjadi lebih tinggi semampai, dan terlihat cantik, namun akan ada dampak buruk jika Grameds keseringan memakai high heels ini.

Dampaknya bisa membuat kaki pegal, selain itu, kebiasaan memakai sepatu high heels ternyata dapat meningkatkan resiko syaraf kejepit. Sebab, sepatu yang tinggi dapat mengubah postur sepanjang tulang belakang, dimulai dari pinggang bawah hingga ke leher.

Jadi kesimpulannya, penderita syaraf kejepit dilarang memakai high heels. Sebaiknya gunakan sepatu hak rendah yang ukurannya sesuai.

7. Posisi Membungkuk

Kebiasaan sepele tapi beresiko untuk penderita syaraf kejepit lainnya yaitu posisi membungkuk. Misalnya saja, ingin mengambil benda atau memakai sepatu, seseorang sering melakukannya dengan membungkuk.

Hal ini dilarang bagi penderita syaraf kejepit, pasalnya posisi tubuh yang membungkuk bisa mempengaruhi posisi tulang punggung.

Jadi, saat Grameds ingin mengambil barang, atau memakai sepatu, sebaiknya kamu menekuk kedua lutut. Jadi, gunakan lutut sebagai tumpuan ya.

8. Langsung Posisi Sit Up Saat Bangun Tidur 

Kebiasaan saat bangun tidur pada penderita syaraf kejepit ini juga harus diperhatikan. Sebab, posisi tubuh langsung sit-up saat bangun tidur menjadi hal yang perlu dihindari.

Saat bangun tidur, sebaiknya kamu menyampingkan badan terlebih dahulu. Lalu, barulah kamu bisa beranjak ke posisi duduk, kemudian bangun.

9. Olahraga Berat atau Angkat Beban

Hal yang perlu dihindari penderita syaraf terjepit lainnya yaitu mengangkat benda berat, terutama dalam hal olahraga.

Olahraga memang baik dan menyehatkan bagi tubuh, namun bagi penderita syaraf kejepit harus memilih olahraga yang tepat. Sebab, olahraga berat dapat memperparah kondisi syaraf kejepit. Jenis olahraga berat yang harus dihindari penderita syaraf kejepit misalnya angkat besi, melompat, lari, dan gerakan yang melibatkan head stand.

Namun, bukan berarti penderita syaraf kejepit tidak boleh berolahraga, sebaiknya penderita memilih olahraga seperti berenang. Jenis olahraga ini termasuk ringan dan sekaligus sebagai terapi pengobatan dan pencegahan syaraf kejepit.

10. Gerakan Yang Mendadak

Pantangan selanjutnya adalah gerakan yang mendadak atau tiba-tiba. Sebab, gerakan ini mempengaruhi seluruh tubuh, terutama pada area kerusakan syaraf.

Setiap gerakan yang mendadak, seperti tersentak tiba-tiba dapat menyebabkan respons stres dan menegangkan semua otot dan syaraf, terutama untuk penderita syaraf kejepit.

Misalnya saja seperti olahraga basket, bola atau yang lainnya, dengan periode istirahat yang lama  serta gerakan yang mendadak dan intens.

11. Melakukan Gerakan Secara Berulang

Kemudian yang menjadi pantangan syaraf kejepit lainnya yaitu melakukan gerakan secara berulang. Karena, carpal tunnel syndrome biasanya sering menjadi pemicu syaraf kejepit pada pergelangan atau keseluruhan tangan akibat mengetik terlalu sering.

Baca juga penyakit syaraf yang perlu grameds waspadai, agar terhindar dari syaraf kejepit atau penyakit syaraf lainnya. Dengan menambah wawasan tentang penyakit syaraf lainnya, maka Grameds akan jadi lebih mudah dalam mencegah penyakit syaraf. Untuk mengetahui hal itu, kamu bisa mencari tahunya pada buku 20 Penyakit Syaraf Waspadai.

Lalu, adakah makanan yang harus dihindari oleh penderita syaraf kejepit?

Simak penjelasan mengenai makanan yang harus dihindari penderita syaraf kejepit berikut ini.

Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Syaraf Kejepit 

André Beltrame/Pexels.com

Bagi penderita syaraf kejepit, sudah seharusnya memperhatikan asupan makanan yang dilarang atau perlu dihindari, agar kondisi yang dideritanya tidak bertambah parah. Sebab, ada beberapa jenis makanan yang bersifat asam, serta kandungan zat yang kurang baik untuk kesehatan syaraf.

Jadi, untuk membantu mengatasi pemulihan syaraf kejepit agar lebih optimal, sebaiknya pilih makanan yang baik untuk kesehatan dan hindari pantangan makanan yang dapat memicu penyakit syaraf. Berikut informasi beberapa jenis makanan yang perlu dihindari oleh penderita syaraf kejepit, di antaranya:

1. Minyak Goreng 

penderita syaraf kejepit sebaiknya hindari penggunaan minyak goreng secara berlebihan, atau bisa diganti dengan minyak zaitun sebagai solusi, sebab minyak zaitun mengandung lemak monounsaturated.

Sebab, sebagian besar sayuran umumnya mengandung asam lemak omega-6. Walaupun sebenarnya asam lemak tidaklah terlalu buruk. Tetapi jika asam lemak omega-6 lebih tinggi dibanding asam lemak omega-3 dapat mengakibatkan peradangan.

2. Makanan Yang Mengandung Gluten

Seseorang yang mengalami syaraf kejepit sebaiknya hindari makanan yang mengandung gluten. Biasanya terdapat pada makanan berbahan gandum, seperti tepung roti atau kue.

Sebab gluten merupakan nama lain protein yang terkandung dalam gandum, rye, dan barley. Hal ini seperti lem agar makanan tetap berbentuk. Masalahnya, terkadang banyak yang tidak sadar jika memiliki alergi terhadap gluten.

3. Buncis 

Kemudian makanan yang harus dihindari berikutnya adalah buncis. Sebab, buncis mengandung purin yang tinggi, sehingga dapat mengganggu sistem syaraf. Hal ini tentu akan memperparah kondisi seseorang yang mengalami syaraf kejepit.

Oleh karena itu,  sebaiknya hindari mengonsumsi buncis secara berlebihan atau batasi misalnya seminggu sekali. Kamu bisa mengganti buncis dengan lalapan lain yang bebas purin dan lebih sehat.

4. Jeroan

Pantangan makanan untuk penderita syaraf kejepit lainnya yaitu jeroan. Bahkan, makanan ini kategori berbahaya untuk penderita syaraf kejepit. Baik dalam bentuk ginjal, empedu, usus, atau hati pada ayam maupun sapi.

Sebab, jeroan dapat menyebabkan asam urat dan peningkatan kolesterol tinggi yang dapat menghambat peredaran darah. Jadi, sebaiknya hindari makan jeroan ini ya Grameds, apalagi jika usia sudah bertambah tua, maka akan sering mengalami sakit pinggang.

5. Daging Kambing

Pantangan selanjutnya adalah daging kambing. Penderita syaraf kejepit sebaiknya hindari menyantap daging kambing ini, sebab daging kambing mengandung kolesterol tinggi dan dapat memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Jadi, apabila mengalami cedera syaraf, ditambah mempunyai darah tinggi, sebaiknya hindari mengonsumsi daging kambing.

Sebab, jika mengalami hipertensi, maka pembuluh darah pada area syaraf yang kejepit bisa pecah. Hal ini dapat mengakibatkan bahaya seperti kelumpuhan dan gejala stroke. Jadi, jika kamu tidak ingin hal seperti itu terjadi, sebaiknya hindari makan daging kambing ini ya.

6. Kulit Ayam

Makanan yang harus dihindari penderita syaraf kejepit yang lain adalah kulit ayam. Jika kamu gemar makan ayam, sebaiknya memilih bagian yang banyak dagingnya, misalnya bagian dada. Dan sebisa mungkin hindari mengonsumsi kulit ayam secara berlebihan.

Sebab, kulit ayam mengandung lemak tinggi, hal ini dapat memicu kenaikan berat badan atau obesitas. Hal ini juga sebagai ciri seseorang yang terkena stroke ringan.

7. Kangkung dan Kacang Panjang 

Selain beberapa makanan di atas, dari jenis sayuran juga ada yang harus dihindari oleh penderita syaraf kejepit ini, yaitu kangkung dan kacang panjang. Sebab, dalam kedua sayuran tersebut mengandung purin yang sangat tinggi, hal ini berpotensi memicu asam urat pada syaraf.

Sebagai gantinya, kamu bisa memilih lalapan labu dan timun, atau bisa mengganti menu sayur dengan sop ayam, yang menggunakan daging ayam yang tentu lebih sehat.

8. Udang dan Kepiting 

Makanan seafood memang lezat, namun hewan laut bercangkang seperti udang dan kepiting mengandung purin yang tinggi. Sehingga dapat menambah parah kondisi syaraf kejepit yang sedang mengalami cedera.

Jadi, ada baiknya hindari mengonsumsi kepiting maupun udang dalam porsi berlebihan. Boleh memakannya, tapi sesekali saja. Namun, sangat disarankan untuk dihindari bila sedang cedera syaraf, agar penumpukkan asam tidak terjadi. Karena hal ini akan memperparah radang pada syaraf.

9. Daun Singkong

Seperti sayuran kacang panjang dan kangkung, sayur daun singkong ternyata juga kurang baik untuk dikonsumsi penderita syaraf kejepit, karena kandungan asam urat yang dapat mengganggu kesehatan sistem syaraf. Oleh sebab itu, sebaiknya mengonsumsi daun singkong ini dibatasi ya.

10. Ikan Sarden

Makanan yang perlu dihindari berikutnya yaitu Ikan Sarden. Meskipun tergolong ikan laut yang terkenal sehat, tetapi penderita syaraf kejepit perlu berhati-hati ketika makan ikan sarden.

Sebab, berisiko memicu datangnya asam urat, yang dapat mempengaruhi kondisi syaraf kejepit ini. Sebaiknya pilih ikan lain yang lebih aman, misalnya ikan air tawar seperti ikan gurame atau ikan lele.

11. Otak Hewan

Penderita syaraf kejepit juga perlu menghindari makanan dari berbagai jenis otak hewan. Makanan ini memang kaya nutrisi yang baik untuk bayi dan balita, tetapi tidak untuk orang lanjut usia. Otak ini mengandung asam urat dan kolesterol tinggi. Sehingga berbahaya untuk area syaraf yang kejepit, karena dapat menyebabkan penyumbatan peredaran darah.

Jika terus dikonsumsi, maka kondisi syaraf kejepit bisa semakin parah, dan lama untuk sembuh. Jadi sebaiknya, pilihlah menu lain yang bergizi misalnya ikan bakar yang kaya protein namun rendah lemak. Pilih ikan laut yang rendah lemak seperti ikan kue bulat dan ikan baronang.

Itulah beberapa informasi jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita syaraf kejepit. Selain makanan di atas, masih ada makanan lain yang perlu dibatasi untuk dikonsumsi, seperti mentega, daging olahan, produk susu, dan pemanis buatan.

Dengan mengetahui lebih dalam lagi tentang penyakit syaraf, maka kita akan jadi lebih mudah untuk mencegahnya. Kenali penyakit dan gangguan pada syaraf agar terdeteksi sedini mungkin, dan bagaimana cara mengatasinya melalui buku 45 Penyakit Dan Gangguan Saraf, Deteksi Dini Dan Atasi 45 Penyakit Dan Gangguan Saraf. 

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu syaraf kejepit dan apa saja makanan yang perlu dihindari oleh penderita syaraf kejepit.

Syaraf  kejepit sendiri sebenarnya dapat dicegah dengan beberapa cara. Yaitu dengan cara mengurangi aktivitas fisik yang dilakukan secara berulang dan intens, serta beberapa poin yang telah dijelaskan di atas. Semoga bermanfaat ya Grameds!

Jika ingin mencari buku tentang penyakit syaraf, maka kamu bisa mendapatkannya di gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Veronika Novi

Rujukan:

  • https://flexfreeclinic.com/artikel/detail/453?title=makanan-yang-harus-dihindari-penderita-saraf-kejepit
  • https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/health/read/22K26190000568/7-makanan-dan-minuman-yang-perlu-dihindari-penderita-nyeri-saraf
  • https://www.halodoc.com/artikel/ini-5-pantangan-saraf-kejepit-yang-harus-dipatuhi
  • https://www.indiffs.com/16-makanan-yang-harus-dihindari-penderita-saraf-kejepit/
  • https://www.google.com/amp/s/halosehat.com/makanan-dan-minuman/makanan-yang-dilarang-untuk-penderita-syaraf-kejepit/amp
  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/saraf/pantangan-saraf-kejepit

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien



Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *